7 Cara Menjadi Pintar Tanpa Belajar
Menjadi pintar tanpa harus belajar, apa mungkin? Bukankah hal itu terdengar sangat aneh? Bagaimana menurut Anda semuanya?
Tentu saja mungkin! Ada banyak kesalahpahaman di sini. Baik itu tentang arti pintar maupun belajar. Jika belajar adalah suatu kegiatan membaca buku secara serius sambil mengerjakan soal-soal latihan berlembar-lembar, maka ya, Anda bisa menjadi pintar tanpa harus melakukannya.
Lalu bagaimana caranya?
Ikuti 7 cara jadi pintar tanpa belajar berikut ini. Setelah itu rasakan perbedaannya. Jika berjalan dengan baik, maka Anda seharusnya akan jauh lebih pintar.
Fokus untuk Memahami
Cara jadi pintar tanpa belajar |
Ini adalah kunci sekaligus langkah awal dari semua usaha Anda untuk menjadi pintar tanpa belajar berjam-jam. Sepele, namun banyak orang-orang, mungkin teman-teman Anda di kampus atau sekolah, melupakannya. Bukan belajar, melainkan mendengar.
Mendengar, adalah sebuah skill yang jarang dilakukan dengan benar. Padahal efeknya sangat dahsyat. Banyak orang menjadi sukses hanya karena mendengar.
Coba perhatikan psikolog, dokter, pengacara, hingga politikus hebat. Mereka semua adalah orang-orang yang gemar mendengar. Anda bisa menjadi salah satu dari mereka dengan membangun kebiasaan mendengar yang baik.
Sebenarnya ini tidak sesederhana itu. Mendengar yang baik berarti juga memahami. Dan ini membutuhkan setidaknya tiga hal : daya fokus, imajinasi dan ingatan yang kuat. Anda harus melatihnya setiap hari.
Fokuslah pada penjelasan dari guru atau dosen Anda ataupun presentasi teman Anda. Jangan lakukan apapun, bahkan sebenarnya membuat catatan saat ada orang memberi materi tidak direkomendasikan.
Dengarkan dan pahami, bukan hanya dengarkan saja. Kemudian jaga itu semua selama yang kalian bisa di otak.
Jika hanya membaca dan mengulangi tanpa memahami maka itu menghafal. Bukan menghafal, tetapi justru memahami adalah kuncinya. Dan semua itu dimulai dari satu aktifitas sederhana, mendengar. Inilah awal dari sederet cara menjadi pintar secara efektif dan efisien.
Menulis dan Membuat Catatan Kecil
Anda bisa mulai membuat catatan kecil setelah kelas. Ingat, kecil saja, tidak perlu banyak dan formal Ini karena catatan Anda ditujukan untuk Anda sendiri, bukan tugas portofolio yang harus Anda kumpulkan.
Catatan kecil Anda bisa anda buat di bus kota, ketika Anda senggang menunggu antrian atau ketika di dalam toilet.
Justru saat-saat menganggur seperti itulah, imajinasi berpotensi bisa meledak dengan baik. Catatan kecil ini hanya sebagai sarana untuk menjaga pemahaman Anda atas materi yang sudah Anda dengar.
Di jaman yang canggih seperti sekarang, smartphone juga bisa membantu Anda mengelaborasikan ide ataupun gagasan yang pernah Anda dengar agar Anda semakin efektif dalam mengorganisasikannya.
Caranya adalah dengan menuliskan kembali apa yang sudah Anda dengar dan pelajari agar ingatan itu bisa semakin kuat di otak Anda. Gunakan beberapa tools yang bisa diunduh gratis di smartphone, seperti misalnya :
- Notepad
- Google Keep
- Microsoft One Note
- Slack
Intinya manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan me-recall kembali ingatan pada hal-hal penting. Kegiatan sederhana ini akan membuat Anda menjadi lebih pintar dari sebelumnya.
Selain itu, cobalah untuk menulis. Ada beberapa hal yang bisa Anda coba, antara lain dengan menulis di blog atau media sosial, membuat buku harian atau menulis cerita fiksi.
Dengan membuat blog personal Anda bisa meningkatkan tingkat kecerdasan Anda. Hal ini nanti juga akan membantu Anda karena itulah salah satu cara mudah mendapat pekerjaan.
Bagi semua pengetahuan yang Anda miliki dan biarkan pembaca menikmati karya Anda. Semakin baik blog atau konten yang ada di medos Anda, maka akan semakin bagus nilainya di mata pemberi kerja. Ingat, saingan Anda kelak sangat berat.
Membuat blog juga menandakan Anda adalah orang yang cerdas. Bahkan tanpa harus terlalu fokus belajar, Anda akan lebih mudah mengingat dan memahami apa yang Anda pelajari. Jika ingin mengetahui panduan membuat blog yang benar, silahkan kunjungi artikel berikut ini.
Bermain Drama
Tidak ada cara yang lain menjadi pintar selain dengan berbagi. Anda bisa bermain drama, seoalah-olah Anda adalah guru atau dosen Anda. Lalu ambil bolpen Anda, bayangkan itu spidol dan mulailah seolah-olah Anda mengajar di depan kelas.
Dengan mengajar maka Anda terstimuli untuk menyusun, merangkai dan kemudian menjelaskan apa yang Anda pahami. Kebiasaan ini sangat baik untuk membuat Anda tidak hanya pintar, namun juga cerdas dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Orang yang cerdas adalah yang mampu membuat sesuatu yang kompleks dan rumit menjadi nampak sederhana. Dalam menjelaskan apa yang sudah diketahui, lakukan dengan cara yang paling sederhana sehingga bahkan anak kecil paham apa yang Anda bicarakan.
Hal ini menjadi indikator bahwa Anda benar-benar memahami suatu konsep, termasuk juga contoh nyata, pengembangan dan bahkan permasalahan di seputar ruang lingkup hal tersebut.
Kecerdasan seseorang juga terlihat dari bagaimana dia mampu menyajikan hal-hal yang sama sekali baru dengan cara memberi semacam pengandaian dengan sesuatu yang sudah familiar. Kemampuan mempresantasikan tersebut sangat bagus untuk menunjang karir Anda kedepannya sehingga Anda bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Aplikasikan dengan Dunia Nyata
Anda sedang mempelajari past tense? Maka kenapa tidak membaca buku-buku cerita berbahasa Inggris secara langsung. Atau Anda sedang fokus mempelajari perkembangan manusia purba. National Geographic dan History Channel punya banyak program menarik. Pusing dengan statistik? Buka Quizizz dan ikuti quiz-quiz menarik gratis seputar statistik.
Jangan biarkan pengetahuan terpisah dengan dunia nyata, namun hubungkan keduanya. Bukankah tujuan dari pengetahuan adalah mempermudah pekerjaan Anda kelak?
Jangan hanya mempelajari mesin dari buku, bermain-mainlah dengan sepeda Anda. Komputer Anda juga sarana bagus jika Anda mempelajari desain grafis. Atau pergilah ke ladang paman untuk mendata keanekaragaman hayati di sana.
Berteman dengan Komunitas Positif
Aktif menjalin relasi dengan orang cerdas lainnya, maka Anda akan tertular menjadi pintar juga. Ingatlah bahwa lingkungan sangat berperan dalam membentu pribadi seseorang.
Pelajari bagaimana mereka berkomunikasi, berpikir, bertindak atau melakukan kebiasaan mereka. Dengan mendekatkan diri pada mereka, maka asupan topik yang Anda terima juga pasti lebih berbobot. Ini akan sangat baik untuk membentuk mental dan cara berpikir Anda.
Carilah komunitas yang memang positif dan jauhi mereka yang berpotensi membuang waktu dan pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berguna.
Buat Karya
Buat karya Anda dan bagikan di sosial media. Anda mempelajari tentang elektromagnet? Kenapa tidak membuat model-model pembuatan magnet secara induksi atau elektromagnet lalu merekamnya dan membagikannya di Facebook. Sedang berkutat dengan Bumi Manusia milik Pram? Bagikan aneka quotes menarik di dalamnya ke Twitter.
Dengan Anda membuat karya, sebenarnya Anda lebih dari sekedar belajar. Anda berkarya. Anda berpraktek dengan pengetahuan yang Anda miliki.
Hindari Hal Tidak Berguna
Ada banyak kegiatan yang berguna yang bisa Anda lakukan untuk mengisi waktu. Maka hindarilah hal-hal yang tidak berguna, yang justru membuat Anda menjadi bodoh. Kegiatan yang harus Anda hilangi/kurangi antara lain.
- Bergadang. Anda akan merugikan diri sendiri jika terus menerus bergadang untuk hal yang tidak berguna, misal sekedar ngongkrong dengan teman atau mencari angin.
- Bermain game online hingga kecanduan. Adiksi yang diciptakan game online akan membuat Anda menjadi sosok yang pemalas, tidak suka berpikir dan mengganggu aktivitas di dunia nyata.
- Menumpuk tugas. Katakan tidak pada sistem kebut semalam yang mungkin selama ini Anda lakukan. Ini akan membuat Anda menjadi seorang penghafal dan penyalin, bukan orang cerdas sesungguhnya.
Hindari semua kegiatan yang tidak berguna tersebut. Selain tidak berguna, hal-hal itu justru membuat otak Anda tidak bekerja maksimal dan membuang waktu yang sangat berharga dalam masa hidup Anda.
Menjadi Pintar Tanpa Belajar |
Kesimpulan : Ada banyak hal selain membaca buku berjam-jam, mengerjakan berlembar-lembar soal latihan atau mencatat dengan gaya kaku, untuk bisa menjadi pintar. Intinya adalah niat dan kebiasaan Anda. Semoga artikel 7 cara menjadi pintar tanpa belajar ini bisa bermanfaat bagi Anda. Baca juga artikel-artikel berkualitas lain dari Catatan Adi.
Kalau menurut sya mendengarkan penjelasan yang mengandung ilmu seperti pada poin nomor satu itu bagian dari belajar si mas adi.. Dan namanya belajar memang butuh suatu pemahaman hehehe
BalasHapusBenar gan, mendengar sebenarnya salah satu inti dari menyerap ilmu.
HapusBagus sekali infonya meng inspirasi bisa di coba apalagi kegiatan yang kurang berguna kaya nonton vidio porno dll ...
BalasHapusTrimakasih infonya ...
Wah infonya sangat meng inspirasi apalagi pas bagian menulis saya juga lagi latian nulis .
BalasHapusTrimakasih infonya gan.
Kalau saya pribadi, cara terbaik memahami sesuatu adalah dngam cara otodidak/lamgsung praktek, jadi langsung paham dan tau apa apa saja permasalahan yg mungkin timbul dan cara terbaik mengatasinya :D
BalasHapusSetuju gan, practice makes better.
HapusBagaimana cara meningkatkan daya fokus, imajinasi dn ingatan yg kuat gan ?:)
BalasHapusLatihan gan. Biasakan melatih semuanya itu....
HapusArtikel ini sangat bagus, karena setiap poin dijelaskan secara rinci dan sesuai dengan konteks kehidupan nyata. Terima kasih
BalasHapusSana2 gan, senang bisa membantu.
HapusMasturbasi pun termasuk jadu kinerja otak melambat gan? Wah baru tau saya:v
BalasHapusDalam level tertentu mmg seperti itu gan. Makanya harus dikurangi...
HapusWell, yang terakhir setuju sekali. Kalau sudah baca, alangkah baiknya juga ditulis dijadikan dalam bentuk lain. Sehingga ota kita bisa paham dan ingat, dengan cara yang kita suka. "Ikatlah ilmu dengan pena."
BalasHapusTepat sekali gan. Bagikan ilmu agar bisa lebih bermanfaat.
HapusSemua poin-poin di atas kan disebutnya juga belajar :3. Gayanya saja yg berbeda. 😆
BalasHapusBener gan hanya bnyk org yg salah paham dgn definisi belajar yg kaku.
BalasHapusTerimakasih atas informasinya sangat bermanfaat jangan lupa kunjungi website kami di ppns.ac.id dan azrielhnovaldi.wordpress.com
BalasHapusOke gan meluncur segera....
Hapusbenar gan,saya juga mau berhenti menononton film porno biar belajarnya fokus
BalasHapusSaya dukung gan....
HapusMas Andi, rispeck ini tulisan terbaik, suka bangat.
BalasHapusPoin pertama saya sangat setuju. Saya lakukan dan praktikan dan sudah menjadi budaya saya secara personal.
Sebagai wali kelas, suami dan seorang bapak, skill yang paling pertama amat layak untuk dimiliki semua orang.
Kedua soal catatan, saya pun melakukannya, melalui catatan kecil saya bisa menghasilkan artikel untuk blog yang saya kelola. Thanks for sharing mas.. sukses selalu
Terima kasih gan Martin, wah keren ya. Semoga murid-muridnya sukses nih di bawah asuhan agan.
HapusSalam kenal semua sahabat ....semoga sihat selalu.....🤝
BalasHapusSetuju banget mas Adi
BalasHapusSetuju banget: Orang yang cerdas adalah yang mampu membuat sesuatu yang kompleks dan rumit menjadi nampak sederhana.
BalasHapusworth it boyy
BalasHapusKadangkala kalau diniatin belajar, malah ga masuk-masuk yaa..
BalasHapusTapi kalau diniatin buat mengulang atau review pelajaran dari sekolah, malah jadi mudah dipahami. Jadi intinya, belajarnya jangan penuh pressure. Karena otak bisa memilah, memori mana yang akan di save atau engga.
Dan belajar karena butuh, bukan karena terpaksa. Seringnya ngerasa harus belajar karena besok ujian. Padahal kalau jauh-jauh hari dibaca dan dipahami, akan bertahan lebih lama.
Ini teori aku yaa.. setelah gak jadi siswa lagi.
Padahal dulu mah, lebih seneng hura-hura juga sama temen. Huhuhu.. entar giliran ujian, barru deh SKS, Sistem Kebut Semalam.
tentang menulis dengan cermat sewaktu di ruang kuliah, pernah dianjurkan seorang teman dan sukses
BalasHapusPernah kerja sambil kuliah, sulit banget meluangkan waktu untuk belajar
Karena itu saya meniru kebiasaan seorang teman yang fokus pada dosen dan menulis selama jam pelajaran. Oiya supaya semakin mudah, biasanya saya membuka buku referensi dari dosen
Salah satu lagi yang memuat kita bisa pintar adalah dari pengalaman. Apa yang kita alami baik senang atau sedih, mudah atau sulit akan membuat kita berproses dan akhirnya akan bisa mengatasi bila mengalami yang sama. Dari pengalaman itu, kita bisa bagikan ke orang lain juga.
BalasHapusMendengar, menulis, dan memahami. Well noted Mas Adi. Saya sepakat dengan sebuah teori bahwa dengan lebih banyak melakukan tiga hal ini, kita akan jadi lebih "berisi". Apalagi kemudian dari kebiasaan baik ini, kita menjadi lebih bijak dalam menyaring apa yang baik dan bermanfaat untuk diri kita pribadi. Suka banget dengan artikel yang Mas Adi tulis ini. Self improvement yang inshaAllah berguna bagi siapa pun yang membacanya.
BalasHapusKetika kita fokus menerima pelajaran, maka akan banyak materi yang bisa terserap. Sehingga, kalau pun nggak belajar, kita tuh tetap bisa menjelaskan tentang materi tersebut. Apalagi kalau ditambah dengan membuat catatan kecil.
BalasHapusMakanya kita diminta ketika membaca itu untuk memahami, bukan hanya sekadar baca atau dihapalkan saja. Karena biar paham, kudu baca berulang
BalasHapusTerima kasih sharingnya pak guru, saya langsung baca keras2 artikel ini biar anak-anakku dengar, dan termotivasi apalagi judulnya sangat memprovokasi sekali
BalasHapusSaya merasa tertohok telak saat membaca 3 hal yang dihindari. Ketiganya ini penyakit saya yang susah diberantas. Memang sih yg pertama, bergadang, sudah bisa dihindari karena jam 22 saya sudah sulit melek. Tapi... masih sesekali keasyikan dan tahu-tahu sudah jam 1 malam.
BalasHapusBelajar bisa dengan banyak cara, jalan-jalan ke tempat bersejarah juga bagian dari proses belajar. Memang nggak harus baca buku terus sih, tapi saya suka banget baca buku adalah me time.
BalasHapusSepertinya irang menangkap pelajaran itu beda2 sih kak, kalau.ini persis ponakanku dia itu gak pernanh nyatat dari mendengar aja dia udah bisa tuh menyerap, lain adiknya biarpunpintar tapi harus nyatat dan belajar
BalasHapusKang, maaf, bukankah hal-hal di atas juga termasuk bentuk belajar?
BalasHapusMendengarkan, menulis, mempraktekkan, dsb, adalah bentuk belajar. Definisi "belajar" tidak sesempit hanya duduk membaca buku berjam-jam. Jadi, saya tidak setuju kita bisa pintar tanpa belajar :)